Opinipolitik’s Weblog

Januari 18, 2009

Dan Parpol-Parpol Besar Pun Mengklaim Kesuksesan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — opinipolitik @ 12:36 am
Tags: , ,

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution
Suhu politik di negeri ini kian hangat menjelang pemilu legeslatif yang akan digawekan pada tanggal 9 April dan dilanjutkan dengan pemilihan presiden pada bulan Juni mendatang. Parpol-parpol besar mulai tampil di media seperti PDIP, Partai Golkar, dan Partai Demokrat. Sebelumnya hanya partai baru Gerinda yang ‘gemar’ beriklan. Kini, Partai Golkar juga mulai tancap gas.
Politik pencitraan memang menjadi pilihan parpol saat ini. Karena, kalau soal anggota legeslatif setiap kandidat harus berjuang untuk dirinya sendiri. Partai statusnya hanyalah sebagai kenderaan. Maka mewujudkan citra yang terbaik dianggap efektif untuk meraih suara yang maksimal. Apakah sebagai partai pemerintah yang berhasil atau partai oposisi yang menawarkan alternatif? Ataukah sebagai partai baru yang memberikan janji?
Menjadi fenomena menarik, jika banyak parpol mulai mengklaim keberhasilan pemerintahan sekarang. Pada awalnya klaim itu hanya dilakukan oleh Partai Demokrat yang memang mengusung SBY dalam Pilpres 2004 dan 2009 mendatang. Sekarang, Partai Golkar juga melakukan hal yang sama. Bahkan, partai pendukung pemerintah lainnya seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengklaim keberhasilan melalui kinerja kader-kader mereka yang duduk di kabinet. Bambang Sudibyo misalnya, yang merupakan Menteri Pendidikan Nasional dan kader unggulan PAN diklaim oleh partainya mampu membawa perubahan baru dalam pendidikan Indonesia.
Fenomena ini kian menarik dengan adanya partai opisisi seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang cukup kentara berseberangan dengan pemerintah justru mulai mengkritik dan menunjukkan kelemahan pemerintah. Langkah PDIP tersebut cukup terlihat dengan adanya iklan Megawati ‘dagang sembako’ di televisi. Masalah pangan yang belum begitu mampu diatasi pemerintah saat ini coba dijadikan ‘tombak’.
Namun harus diakui, suka atau tidak suka, klaim apapun yang dilakukan parpol dari keberhasilan para kadernya di kabinet tetap saja yang menuai hasil lebih banyak adalah SBY selaku kepala negara. Tak ayal, citra SBY tersebut terkoneksi ke Partai Demokrat. Inilah yang menjadi dilametis baru bagi partai pendukung pemerintah, seperti Partai Golkar. Punya kader-kader tangguh di kabinet namun tetap saja tidak begitu banyak efek terhadap citra partai.
Bahkan, hasil survei lebih banyak menunjukkan kemenangan posisi SBY sebagai calon presiden dan Partai Demokrat sebagai kontestan pemilu. Tak hanya itu saja, partai Demokrat juga mampu mengungguli popularitas dan dukungan yang diperoleh Partai Golkar dan PDIP. Sekalipun masih sebatas perkiraan dan hasil survei, yang tidak selalu benar kecuali hasil quick count yang relatif tidak pernah meleset,tetaplah kemungkinan itu bisa terjadi.
Benarkah pemerintahan SBY-JK dianggap berhasil? Pencitraan inilah yang sedang dibangun ramai-ramai oleh beberapa parpol. Kader-kader yang berada di kabinet dijadikan umpan. Bagusnya kinerja kader dijadikan icon suksesnya partai. Sehingga, secara tak sengaja parpol yang menitipkan kadernya di kabinet mengklaim kinerja SBY-JK berhasil. Sekalipun keberhasilannya diakui oleh partai-partai pendukung pemerintah tidak mencakup semua lingkup.Paling tidak, lingkup kerja kader partai dianggap sukses.
Oleh karena itu, sudah saatnya rakyat menilai dengan jeli dan bijak terhadap parpol-parpol yang ada. Karena bagaimana pun juga suara rakyat yang menjadi penentu di bilik suara nanti. Kesalahan memilih akan melahirkan efek yang buruk terhadap bangsa ini. Sudah cukup dirasakan bagaimana memilih presiden yang salah. Dari presiden yang awalnya berkomitmen membangun tapi ‘tamak’ di tengah jalan sampai presiden yang peragu, sudah dirasakan. Jangan sampai dendang lirik lagu “kau berjanji kau yang mengingkari” terucap dari lisan kita, lantaran presiden yang dipilih suka mengambil kebijakan setengah hati.
Penulis adalah Staf Pengajar Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan

1 Komentar »

  1. Boleh saja mengklaim sebuah kesuksesan.
    Masyarakat semakin cerdas terbukti dengan banyaknya para sarjana yang mengganggur dan membuat komunitas sendiri. Masyarakat akan menilai kesuksesan bila ada pengaruh terdahap kehidupan sehari-hari. Memang saat ini para partai mencari simpati masyarakat. Akankah berhasil ? Tunggu ajah hasil pemilu 2009.

    Komentar oleh cenya95 — Januari 18, 2009 @ 7:56 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.